An Introduction

Bismillah..Sebagai seorang muslim yang berikrar tiada illah melainkan Allah dan penyaksian bahwasanya Muhammad adalah Rasul-Nya yang terakhir dan diutus menyempurnakan semua syariat yang telah ada sebelumnya, kita dituntut untuk senantiasa saling mengingatkan dalam kebenaran (haqq) dan kesabaran (sabr) sebagaiman tercantum dalam Surah Al-Ashr.

Tulisan ini berasal dari sebuah buku yang berjudul “Al-qur’an explains itself, Al-Qur’an Ter-indah dan Ter-Abaikan”. Sebuah buku yang secara “tidak sengaja” saya temukan dan memberikan pemikiran baru dalam berbagai hal menyangkut stigma dan dogma agama. Atau barangkali penemuan ini bukan kategori “tidak sengaja” tetapi suatu hal yang memang telah digariskan-Nya, karena Allah tidak hanya menciptakan langit, bumi dan segala isinya tetapi Dia juga menciptakan semua kejadian yang terjadi didalamnya sehingga tidak ada istilah “tidak sengaja/kebetulan” melainkan semuanya telah tercatat dalam Lauh Mahfudz. Tiada terjatuh selembar daun ataupun sehelai rambut melainkan semuanya telah termaktub didalam kitab tersebut sebagaimana tercantum dalam surah Al-An’am 59. Wallahu a’lam

Sebelum membaca seri notes ini sangat disarankan untuk berfikiran jernih dan lebih terbuka (open minded) serta menghilangkan semua dogma atau taqlid agama yang telah kita peroleh sejak bertahun-tahun lamanya, kemudian berusaha memposisikan diri kita seakan-akan sebagai seorang muallaf yang sama sekali belum tahu apa-apa tentang agama (zero mind). Semoga Allah berkenan memberikan hidayah kepada kita semua, abdi-Nya yang tiada putus asa untuk mencari kebenaran, Insya Allah.

Tulisan di seri notes ini bukan bermaksud menggurui apalagi memecah belah ukhuwah, tetapi hanya berusaha memberikan cakrawala baru dalam berfikir dan memahami Al-Qur’an dari sudut pandang yang berbeda dari apa yang selama ini kita lakukan. Sebagai manusia biasa yang tiada terlepas dari khilaf dan alpa, saya beristighfar memohon ampun kepada Allah Azza wa Jalla dan segenap harapan kepada semua pembaca untuk memberikan saran, koreksi ataupun sanggahan yang Insya Allah akan membawa manfaat bagi kita semua, Amin.

Nglaren, CC

Penulis

Posted in genQ | Tagged | Leave a comment

bismillah..dan dengannya semua dimulai..-

bismillah, sedemikian familiarnya dengan kalimat tersebut sampai-sampai dicandain oleh teman, “bro, 20 tahun di mekah ya?”. ho-o sambil senyum simpul karena memang cuman itu expresi yang terlintas di fikiran. sekilas memang terasa canggung untuk diucapkan apalagi ketika berada di tengah keramaian dimana ucapan kalimat tersebut terasa “tidak lazim” dilantunkan, semisal di tempat jajanan/cafe, pusat perbelanjaan ataupun ketika akan melangkahkan kaki naik ke taksi. bahkan sebagian kita merasa “malu” untuk mengucapkannya, padahal disamping sebagai “identitas”, bismillah juga berarti memohon perlindungan kepada Allah dan mengharapkan kebaikan atas apapun yang kita kerjakan dengan memulainya atas nama Allah. syukurlah kita yang melantunkannya minimal dalam hati ketika akan memulai sesuatu hal dan terpujilah orang yang menyebut dan membesarkan nama Allah sambil menundukkan hati dan ego di hadapan kekuasaan-Nya. mengapa bismillah..? karena kita sebagai manusia biasa senantiasa mawas dan sadar diri bahwa tiada daya dan kekuatan melainkan atas izin Allah, dan tiada terjadi sesuatu melainkan juga atas kehendak-Nya. Allah bukan hanya menciptakan langit, bumi beserta seluruh isinya melainkan Dia juga menciptakan semua “peristiwa” yang terjadi didalamnya. takkan gugur selembar daun ataupun terjatuh sehelai rambut melainkan semuanya atas izin Allah dan tercantum didalam kitab Lauh Mahfudz (Q.S. Al An’am 59). sedemikian halnya ketika kita membaca bismillah, maka sesungguhnya kita menyerahkan semuanya kepada Allah, maka siapakah kita yang masih enggan melantunkan lafadz mulia ini..

Bismillah_Al Rahman_Al Rahim

Posted in genQ | Tagged , | Leave a comment