Feb 11
6
“DRD4” – Gen Penyandi Selingkuh
Perselingkuhan kerapkali menjadi perbincangan ‘panas’ di kalangan mereka yang memiliki pasangan. Tidak saja para wanita, laki-laki pun tak luput jadi sasaran ‘korban’ perselingkuhan. Sehingga mereka membahasnya dalam setiap pertemuan mereka, menjadi drama sedih yang tak ada habisnya. Adalah DR. Justin Gracia, seorang pakar Biologi Evolusioner dari State University of New York yang kemudian mengungkap suatu fakta, setelah mengadakan penelitian terkait dengan sifat seseorang yang ‘gemar’ berselingkuh.
Mereka yang gemar berselingkuh, umumnya tak memiliki rasa jera, akan terulang, dan terulang kembali tanpa memperhitungkan resiko yang menyertainya. Baik resiko dalam hubungan kemasyarakatan, maupun resiko kesehatan. Dalam penelitiannya, DR. Garcia menemukan adanya gen tertentu yang membuat orang berani mengambil resiko tersebut. Gen yang dimaksud adalah DRD4.
Gen DRD4 mengkode D4 suptype dari reseptor dopamin. DRD4 merupakan salah satu dari lima jenis reseptor dopamin (D1-D5). Kegiatan reseptor ini diperantarai oleh GPCR (G Protein – Coupled Receptor). Gen DRD4 terletak pada kromosom 11 lengan p lokus 15,5. Berada pada urutan basa ke 627.307 hingga 630.307 yakni dengan jumlah basa 3.399 basa organik, dengan ukuran jumlah asam amino 467 buah; 48.361 dalton.
Dopamin adalah protein alami paling serbaguna dan memainkan peran dalam sejumlah fenomena seperti memberikan perasaan kenikmatan dan memotivasi secara aktif untuk melakukan kegiatan tertentu yang disenangi, seperti beribadah, berolahraga, atau menikmati hobi tertentu. Dengan kata lain, untuk mudahnya, dopamin boleh disebut bahan kimia perangsang otak. Jika tersedia dalam jumlah yang kecil, yang bersangkutan kurang inisiatif dan kurang motivasi. Jika terlalu banyak, yang bersangkutan mudah bosan dan sering sengaja mencari petualangan baru.
Faktor gen DRD4 inilah yang dicurigai sangat terkait dengan perilaku perselingkuhan. Dalam penelitian terhadap 180 pria dan wanita muda ditemukan bahwa orang-orang dengan gen DRD4 berlebih memungkinkan untuk tidak setia, termasuk melakukan perselingkuhan.
Seperti dilansir Times, dalam laporan yang diterbitkan Jurnal Plos One, diketahui 1 dari 4 orang yang memiliki gen DRD4 atau gen ‘love rat’ memiliki dua kali kemungkinan untuk tidak setia dan melakukan perselingkuhan.
“Motivasinya datang dari suatu sistem kesenangan dan penghargaan, yang merupakan tempat pelepasan dopamin yang masuk,” ujar DR. Gracia.
Setidaknya ada tiga elemen yang dikeluarkan dopamin yang bekerja pada gen DRD4 yaitu berani mengambil resiko tinggi, ada kesenangan yang diperoleh, dan motivasi penghargaan lainnya.
Meskipun begitu, menurut DR. Gracia tidak semua yang mempunyai gen DRD4 berlebih akan melakukan perselingkuhan, karena ada juga faktor lain yang mempengaruhinya.
Sebuah gen tidaklah bekerja sendiri untuk menimbulkan suatu fenotipe (sifat yang nampak) pada individu. Tetapi akan terjadi koordinasi yang kompleks antar elemen gen yang lain. Di samping itu, sebuah kaidah umum dalam ilmu genetika disebutkan bahwa, fenotipe merupakan ekspresi dari genotipe (faktor genetik) dan lingkungan.
RSI Faisal Makassar, 4 Februari 2011
Karakter seseorang adalah nasib dan perutungannya –Heraklius-
Sumber:
Anonimus, 2010. Gen DRD4 (Gen penyandi reseptor yang terkait dengan protein G). www.genecards.org. Diakses tanggal 9 Januari 2011.
Anonimus, 2010. ‘Cinta satu malam’ dipengaruhi gen. www.detik.com. Diakses tanggal 9 Januari 2011.
Matt Ridley, 2005. Genom. PT. Gramedia Pustaka Utama.