Rainy December

Dalam dekapan sepi berteman hujan

Pucuk muda menyembul saat bersua desember
Pucuk muda lain layu, jua saat jumpa desember
Semburat pelangi pun sekali dua masih muncul di desember
Napas sesak itu pun acap kali dihanyutkan oleh desember

Anak tangga itu tak pernah selesai dititi
Langkah-langkah kecil tak jua mampu menggapai selesai
Satu dua dilewati
Tiga empat terpelanting kembali
Sungguh tak pernah kenal kata usai

Tertatih, langkah kecil itu bangkit, sekali lagi
Mencari sebentuk salah saat meniti
Anak tangga itu entah berujung di mana nanti
Tak jua sampai pada asa tertinggi
Mungkin terlalu tinggi

Desember,
Semua selalu berakhir di sana
Tanpa pernah dimulai
Desember,
Mungkin karena itu ia meratap
Dalam hujan yang tak kunjung usai…

Jogjakarta, 6 Desember 2010; 13:28
Allahumma shoyyiban naafi’an…
Catatan Sang jurnalis, dalam episode klasik ‘Cinta sepotong syair’

Leave a Comment

*